Lapisan Atmosfer Bumi

Gambar 3. Lapisan Atmosfer (http://bimo-surya.blogspot.com/2010/01/lapisan-atmosfer.html ,2010)

   Lapisan atmosfer bumi tebagi menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki ketebalan/ketinggian, suhu yang berbeda. Berikut adalah bagian dari atmosfer bumi :

1. Troposfer :

Gambar 4. Lapisan Troposfer (http://pages.bangor.ac.uk/~oss006/meteorology/troposphere.html ,2008)

   Lapisan ini merupakan lapisan terbawah dalam lapisan atmosfer yang memiliki ketinggian 0-18 km di atas permukaan bumi. Tebalnya lapisan ini sekitar kurang lebih 10 km. Di daerah khatulistiwa lapisan troposfer ini memiliki ketebalan yang lebih tebal yaitu sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80 derajat celsius. Daerah sedang ketinggian lapisan troposfer ini memiliki ketebalan sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54 derajat celsius, sedangkan di daerah kutub ketinggiannya hanya mencapai 8 km dengan temperatur rata-rata 46 derajat celsius.  Lapisan troposfer ini memiliki pengaruh yang sangat besar sekali terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Selain terjadinya peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, lapisan atmosfer ini juga meliputi 80%  dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer.

    Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, agin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan setiap hari terjadi.

  Troposfer terbagi lagi ke dalam empat lapisan, yaitu :

 1. Lapisan Udara Dasar

   Tebal lapisan udara ini adalah 1 – 2 meter di atas permukaan bumi. Keadaan di dalam lapisan udara ini tergantung dari keadaan fisik muka bumi, dari jenis tanaman, ketinggian dari permukaan laut dan lainnya. Keadaan udara dalam lapisan inilah yang disebut sebagai iklim mikro, yang memperngaruhi kehidupan tanaman dan juga jasad hidup di dalam tanah.

 2. Lapisan Udara Bawah

  Lapisan udara ini dinamakan juga lapisan-batasan planiter (planetaire grenslag, planetary boundary layer). Tebal lapisan ini 1 – 2 km. Di sini berlangsung berbagai perubahan suhu udara dan juga menentukan iklim.

 3. Lapisan Udara Adveksi (Gerakan Mendatar)

  Lapisan ini disebut juga lapisan udara konveksi atau lapisan awan, yang tebalnya 2 – 8 km. Di dalam lapisan udara ini gerakan mendatar lebih besar daripada gerakan tegak. Hawa panas dan dingin yang beradu di sini mengakibatkan kondisi suhu yang berubah-ubah.

 4. Lapisan Udara Tropopouse

    Merupakan lapisan transisi antara lapisan troposfer dan stratosfer terletak antara 8 – 12 km di atas permukaan laut (dpl). Pada lapisan ini terdapat derajat panas yang paling rendah, yakni antara – 46 derajat celsius sampai – 80 derajat celsius  pada musim panas dan antara – 57 derajat celsius sampai – 83 derajat celsius  pada musim dingin. Suhu yang sangat rendah pada tropopouse inilah yang menyebabkan uap air tidak dapat menembus ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, karena uap air segera mengalami kondensasi sebelum mancapai tropopouse dan kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk cair (hujan) dan padat (salju, hujan es).

2. Stratosfer :

Gambar 5. Lapisan Stratosfer(http://www.dask.org.tr/english/want_to_know/meteorology/atmosphere/atmosphere.htm ,2008)

   Lapisan ini merupakan lapisan kedua dari lapisan atmosfer bumi. Lapisan ini terletak pada ketinggian 18-49 km dari permukaan bumi.  Lapisan ini ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi.  Kenaikan suhu udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti saat mencapai puncak stratosfer yang disebut stratopouse dengan suhu udara sekitar 0 derajat celsius.

   Ciri penting dari lapisan ini adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar radiasi ini tidak mencapai bumi.

   Penyerapan radiasi ultraviolet ini oleh ozon dan beberapa jenis gas atmosfer lainya menyebabkan peningkatan suhu udara di bagian lapisan stratosfer ini.  Lapisan ini tidak mengandung uap air, sehingga lapisan ini hanya meiliki udara kering.  Batas dari lapisan stratosfer ini diseput stratopouse.

3. Mesosfer :

Gambar 6. Lapisan Mesosfer (http://www.dask.org.tr/english/want_to_know/meteorology/atmosphere/Mesosphere-new-new.jpg ,2008)

       Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer ini akan berkurang dengan pertambahan ketinggian hingga lapisan keempat.   Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 49- 82 km dari permukaan bumi.  Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor ataupun benda-benda angkasa luar lainnya.  Udara yang terdapat disini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan menimbulkan suhu yang tinggi.  Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi  biasanya terbakar di lapisan ini.

      Suhu dari lapisan ini mula-mula naik, tetapi kemudian turun dan mencapai 72 derajat celsius di ketinggian 75 km. Suhu terendah terukur pada ketinggian antara 80 – 100 km yang merupakan batas dengan lapisan atmosfer berikutnya, yakni lapisan mesosfer. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah 110 derajat celsius .

4. Termosfer :

Gambar 7. Lapisan Termosfer (http://www.dask.org.tr/english/want_to_know/meteorology/atmosphere/Thermosphere.jpg ,2008)

     Lapisan ini adalah lapisan keempat dari lapisan atmosfer bumi.  Lapisan ini merupakan peralihan dari lapisan mesosfer ke termosfer di mulai pada ketinggian 82 km.  Termosfer terletak pada ketinggian antara 82- 800 km dari permukaan bumi.  Lapisan ini juga disebut juga dengan lapisan ionosfer karena lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang ataupun gelombang pendek.  Sedangkan disebut termosfer karena lapisan ini terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi yaitu sekitar 19820 derajat celsius.  Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi ultra ungu.

  Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio.  Sebelum adanya satelit, lapisan ini berfungsi untuk memancarkan gelombang radio jarak jauh.

5. Eksosfer :

Gambar 8. Lapisan Eksosfer (http://www.dask.org.tr/english/want_to_know/meteorology/atmosphere/Exosphere.gif ,2008)

   Lapisan ini adalah lapisan atmosfer kelima.  Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 800-1000 km dari permukaan bumi.  Pada lapisan ini terjadi gerakan atom-atom secara tidak beraturan.  Lapisan ini merupakan lapisan yang paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.  Lapisan ini sering disebut juga sebagai ruang antar planet dan geostasioner.  Lapisan ini sangat berbahaya karena merupakan tempat penghancuran meteor dari luang angkasa.

sumber : http://aas07.files.wordpress.com/2009/05/atmosfer-bumi1.pdf


Leave a Reply